Rabu, 25 November 2015

Curcol Lewat Kata

Love Story

Dalam relung angan yang terpendam
kusimpan rindu ini bersama malam. . . 

Sekujur rasa yang ku nikmati tuk menanti hadir mu dengan embun sunyi. . . . 

Di sinilah segala asa ku rajut dalam bayang mimpi . . . . 

Kulewati beriring dengan senyum kebekuan....
ketika namamu terlintas dalam lorong ruang hati. . . . 

Mungkin rasa ini terlalu bodoh. . . . 
Ku akui rasa ini terlalu bodoh. . .

Tanpa peduli gemerlapnya pernak-pernik alam dan angkasa. . .
Ku berjibaku dengan rasa sayang yang terkadang menyiksaku. . . .
Tak ku hirau perihnya duri yang kau tusukkan bersama luka lama
yang semakin pedih nan perih. . . .
Tak sedikitpun menghisap sedikit demi sedikit rasa ini. . . .
Di kala perbedaan datang sebagai tonggak yang berdiri tegak menghancurkan . . . .
Di saat itu pula rindu menjadi peluru tuk menyatukan perbedaan. . .
Biarkan perbedaan ini menjadi warna dalam denyut berirama. . .
Dan biarkan rasaku kan abadi bersama tuhan yang kan meridhoi. . . .

_Aniv*Hairsa 




Kasih Semu
Malam tenggelam bersama kelam. . . .
Bersama Bintang yang tak sanggup lagi berspijar. 
Tertutup mendung yang berdayung nan meraung. . . . 
Di sini dan saat ini . Tangisku sungguh tak berarti bagimu. 
Isakku pun tak terdengar di telinga mu.
Sayang ,,kau tau . Aku sakit aku terluka olehmu.
Bagaimana mungkin kau mampu sedikit menoleh rasaku. 
Ketika singgasana itu begitu sejuk nan permai .
Di kelilingi bidadari berparas. 
Kini aku hanyalah binatang usang yang mengemis sekeping koin dari belas kasih mu.
Sedangkan kau terlalu pening mengurus istanamu.
 Kutahu aku tak tampak di bola matamu . 
Walaupun itu hanya sekejab dan sepintas.
 Aku tahu kehadiranku mungkin tak berarti bagimu.
 Aku tidak ingin kau selalu ada buat waktuku. 
Aku tidak ingin kau selalu hadir di setiap aku mengeluh.
 Karena aku tau permintaan itu terlalu mahal bagimu.
Sayang,,,yang aku inginkan hanya satu kau tersenyum kala mengingat namaku walaupun itu hanya sedetik saja.
Aku disini berjuang untukmu. Untuk kita yang selamanya.
Aku rela walaupun hanya menjadi kasih semu mu.

Only You
Biarkan Awan yang berkata. . . . .
merepresikan pelangi dalam lorong tersembunyi. . . .
Karna di sanalah ku ingin berdiri . . . . .
Bersamamu dengan sejuta alasan canda tawa. . . .
Meresapi nyanyian rindu melayu yang tak kan pernah kelabu. . . .
Menikmati sisa detak lewat rasa . . .
Hanya untukmu dan hanya denganmu. . . 

#Cintaku_ke_kamu NOT FOR SALE :-)



Broken Dream

Ketika impian hanya menjadi catatan kelabu . . .
setidaknya pernah menjadi harapan dari kenangan masa lalu. . .
 Karena saat itu dunia kan berwarna semu. .
Semua kan abu-abu tertutup senja pilu. . .
Oksigen berubah menjadi karbonmonoksida . . .
Meracuni sistem saraf kerja otak . . .
Darah kan terhenti tanpa kompromi. . .
Begitu pula dengan cinta . . 
Seketika ikut pergi tanpa menoleh lagi. . . 
Sepi , sunyi , sendiri. . .

Tanpa teman, tanpa kawan, tanpa lawan , ketika detak tinggal irama .
 Jiwa raga rasa terhempas ke samudra
. Di mana manusia berada di titik terendah di alam fana.
 Maka tetap yakinlah masih ada satu titik untuk di ukir ke rangkaian kata.
Dan berlanjut menjadi cerita dengan seribu akhir kebahagiaan.
Dan tetap lukis ke perjalanan hidupmu .
 Meski liku pilu hingga tuhan berkata berhentilah , dan cukup sampai di sini.
#Aniv_Hairsa*


Mengerti Tak Hanya Pintar.

Mengerti Tak Hanya Pintar.
Satu pelajaran dalam hidup manusia, yang terkadang dianggap tabu oleh sebagian manusia. Apalagi kalo bukan "Memanusiakan Manusia". 
Mungkin kata itu terlalu kasar bahkan mungkin dirasa kurang etis ketika raja yang katanya berkuasa dimuka bumi ini dikata 'kurang manusia'. Ya, kata itu dirasa tepat untuk menggambarkan kondisi sesungguhnya dari bobroknya interaksi antar yang katanya manusia-manusia itu. Sekarang bisa kita awali dari Layakkah mereka di sebut manusia?? Tak perlu di jawab . Cukup di renungkan.
Apa sih definisi dari manusia itu sendiri? Apa hanya seonggok daging mentah yg bisa berjalan saja? Di tambah nilai plusnya yaitu bisa berpikir? Tunggu. . !! layakkah mereka di sebut bisa berpikir? Layak?? Bukankah manusia yg bisa berpikir sudah pasti akan bisa memanusiakan manusia? Dan kenyataannya lihatlah sendiri disekitar kita siapa yg bisa dikata bisa memanusiakan manusia. Tak perlu lah harus seratus persen . Hanya beberapa mili persen itu pun sudah meragukan. 
Lantas siapa manusia itu sebenarnya? Khalifah di bumi? Ya memang itu tujuan awal di ciptakannya manusia oleh tuhan. Tapi bukankah kata itu terlalu indah, terlalu sempurna? Yaps, betul sekali. seharusnya kita malu bersembunyi di balik kata 'khalifah' itu. Sangat amat memalukan jika yang di kata khalifah tak mampu memannusia kan manusia yang di atas kertas ia adalah sama 'spesiesnya'. Didalam catatan wikipedia ataupun kamus besar bahasa indonesia definisi manusia sudahlah gamblang . Kita bisa cari sendiri. Namun , cukup hanya sebatas itu untuk mendefinisikan manusia...? Yakin?? . Ya kalaupun sudah puas dengan definisi tersebut ya sudah. Toh untuk apa sih berbicara secara filsafat definisi manusia? Apa untungnya? . Wah, wahhhh. . sepertinya manusia yang berfikir begitu tak patut untuk di ajak bisa maju. Bagaimana mungkin manusia bisa memanusiakan manusia tanpa mengetahui arti dari manusia itu sendiri. 
Menurut saya siapa manusia? Manusia adalah kita. Kita yang sudah bisa memanusiakan manusia. Bagaimanakah caranya. Sebenarnya kata itu terlalu rumit untuk di tulis lewat kata kata. Kita ambil contoh kecil saja. Ketika kita tak suka dengan seseorang lalu kita mengumpat dengan kata "anjinggggg. . !!" itu artinya sama dengan kita mengatakan 'itu adalah anjing bukan manusia'. Saya pertegas anjing = binatang. Dan sekarang orang itu bisa membuat kita mengumpat dengan begitu? Tentunya secara logika ia berbuat kesalahan. Kecuali kalo anda..? LOL. . . Sekarang kita balik menjadi seorang yang mengumpat pada kita . Secara nalar kita di artikan?? BINATANG? Yaps, seratus. 
Kesimpulannya adalah syarat agar kita bisa di sebut manusia adalah bisa memanusia kan manusia dengan cara hiduplah layaknya manusia. Contoh kecil di atas akibat dari kesalahan hingga manusia dikata sama dengan binatang. Lantas bagaimana masak kita tak boleh berbuat salah? Kita kan manusia, manusia kan tidak ada yang sempurna? . Yaps . . . Memang itubenar. Tapi apakah kita tak pernah berpikir bahwa orang yg selalu berbuat kesalahan yg sama jika pepatah jatuh di lubang yg sama adalah orang-orang yg bodoh dan merugi. Mau menjadi orang bodoh dan merugi?? Tentunya tidak. Disini penulis bukan menuntut yg ingin di sebut manusia itu tidak pernah berbuat kesalahan tapi alangkah lebih baik meminimalisir kesalahan yg kita perbuat senantiasa berhati-hati dalam bertindak , berpikir dan berkata. Kenapa tiga hal itu penting? Dalam berkehidupan yang baik adalah bertindak yg benar, berpikir yg logis dan berkata yg bijak. Ketiganya adalah dasar dari berkehidupan. Semisal , hanya dengan satu komponen di atas tak terpenuhi menjadikan hidup jadi berantakan. Bagaimana mungkin itu kan hanya satu komponen. Walaupun hanya satu tapi dasar dan penting. Contoh : hanya karena berkata menjadikan musim istilah jeruk makan jeruk tranding topik di sosial media. Secara nalar sungguh sangat mustahil jeruk bisa memakan sesama jeruk. . ? Emang e ada jeruk yg punya mulut. ? Hehehe. . . Jangan di makan mentah gitu donk. Di sini jeruk di ibaratkan sebagai teman. Jadi teman makan teman. Yaps... Istilah itu semakin mendunia seiring berbagai topik masalah yg mewabah.

Tak Selamanya Dendam Itu Pantas Di Salahkan

Tak Selamanya Dendam Itu 
Pantas Di Salahkan
Selamat malam kata. Selamat malam untuk coretanku di hari yang begitu kelam ini. Kata izinkan saya berbagi keluh kesah dalam memori ini. Hati perkenankan aku tuk cerita lewat kata dalam doa tanpa sujud ini. Tentang dendam . Tentang rasa yg seenaknya disayat oleh sekumpulan penjilat itu. Bukan hanya itu . Tapi ini lebih kepada malaikat nyataku yang terinjak-injak harga dirinya. Sekarang aku ingin bertanya padamu kata. Pantaskah aku menyimpan dendam ini....? Jangan dulu menjawab tidak. Kalian tak pernah tahu bagaimana rasanya melihat malaikat penjagaku tercabik hatinya oleh manusia manusia bangsat itu. Tuhan izinkan aku menyimpan dendam ini sampai suatu saat nanti. Entah itu kapan . Yang jelas sampai dendam ini terbalaskan. Tuhan maafkan jiwa ini. Jiwa ini bukanlah berlian yg putih bening nan bersih. Saya tahu jiwa ini kan sangat kotor jika dendam itu masih tumbuh dalam benak ini tapi jiwa ini merasa lebih kotor ketika harus diam bahkan menerima kenyataan bagaimana menyaksikan mereka-mereka para bajingan itu tertawa karena telah berhasil menzholim i malaikat nyataku. Tuhan, kau telah kirimkan malaikat nyataku untuk jiwa ini jaga. Jaga jiwanya, jaga hatinya dan jaga kehormatannya . Maka dari itu izinkan jiwa ini menjalankan amanah mu walau dengan cara tak semestinya. Terima kasih tuhan, kau pasti mengerti duniaku. Dan kau barisan bertopeng yang beraninya main di belakang. Jangan pernah berpikir dunia selamanya kan jadi milikmu. Karena tak secuilpun ku biarkan kehormatan mu kan utuh setelah apa yang kau lakukan dengan malaikat nyataku. Camkan itu. Mungkin sekarang saya hanyalah sebongkok daging yang tak berarti apa-apa di depanmu. Tapi itu sekarang dan bukan nanti. Suatu saat nanti akan kuperlihatkan pada kau manusia bajingan kepada kalian bagaimana hidup di nerakanya dunia. Sebelum kau mati dan kau tetap akan di neraka. Sekarang silahkan kalian tertawa . Silahkan. Sebelum habis tawamu suatu saat nanti. Bagi saya Tak ada kata main-main tentang sebuah derajat kehormatan dan harga diri malaikat penjagaku. Jadi , , jangan remehkan catatan ini. Anggap saja, ini adalah catatan pengingat dikalau suatu saat nanti saya lupa belom menciptakan neraka dunia bagi mereka. Tuhan, maafkan saya. Maafkan coretan ini. Tapi ku yakin . Tuhan pasti mengerti.
terima kasih tuhannn....
#kata tanpa makna