Rabu, 25 November 2015

Tak Selamanya Dendam Itu Pantas Di Salahkan

Tak Selamanya Dendam Itu 
Pantas Di Salahkan
Selamat malam kata. Selamat malam untuk coretanku di hari yang begitu kelam ini. Kata izinkan saya berbagi keluh kesah dalam memori ini. Hati perkenankan aku tuk cerita lewat kata dalam doa tanpa sujud ini. Tentang dendam . Tentang rasa yg seenaknya disayat oleh sekumpulan penjilat itu. Bukan hanya itu . Tapi ini lebih kepada malaikat nyataku yang terinjak-injak harga dirinya. Sekarang aku ingin bertanya padamu kata. Pantaskah aku menyimpan dendam ini....? Jangan dulu menjawab tidak. Kalian tak pernah tahu bagaimana rasanya melihat malaikat penjagaku tercabik hatinya oleh manusia manusia bangsat itu. Tuhan izinkan aku menyimpan dendam ini sampai suatu saat nanti. Entah itu kapan . Yang jelas sampai dendam ini terbalaskan. Tuhan maafkan jiwa ini. Jiwa ini bukanlah berlian yg putih bening nan bersih. Saya tahu jiwa ini kan sangat kotor jika dendam itu masih tumbuh dalam benak ini tapi jiwa ini merasa lebih kotor ketika harus diam bahkan menerima kenyataan bagaimana menyaksikan mereka-mereka para bajingan itu tertawa karena telah berhasil menzholim i malaikat nyataku. Tuhan, kau telah kirimkan malaikat nyataku untuk jiwa ini jaga. Jaga jiwanya, jaga hatinya dan jaga kehormatannya . Maka dari itu izinkan jiwa ini menjalankan amanah mu walau dengan cara tak semestinya. Terima kasih tuhan, kau pasti mengerti duniaku. Dan kau barisan bertopeng yang beraninya main di belakang. Jangan pernah berpikir dunia selamanya kan jadi milikmu. Karena tak secuilpun ku biarkan kehormatan mu kan utuh setelah apa yang kau lakukan dengan malaikat nyataku. Camkan itu. Mungkin sekarang saya hanyalah sebongkok daging yang tak berarti apa-apa di depanmu. Tapi itu sekarang dan bukan nanti. Suatu saat nanti akan kuperlihatkan pada kau manusia bajingan kepada kalian bagaimana hidup di nerakanya dunia. Sebelum kau mati dan kau tetap akan di neraka. Sekarang silahkan kalian tertawa . Silahkan. Sebelum habis tawamu suatu saat nanti. Bagi saya Tak ada kata main-main tentang sebuah derajat kehormatan dan harga diri malaikat penjagaku. Jadi , , jangan remehkan catatan ini. Anggap saja, ini adalah catatan pengingat dikalau suatu saat nanti saya lupa belom menciptakan neraka dunia bagi mereka. Tuhan, maafkan saya. Maafkan coretan ini. Tapi ku yakin . Tuhan pasti mengerti.
terima kasih tuhannn....
#kata tanpa makna

0 komentar:

Posting Komentar